UPSUS SIWAB ( Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting )

Wonorejo, 05 Agustus 2018, Sektor peternakan memegang peranan yang sangat trategis dalam pembangunan daewrah ataupun nasional. Peran sektor peternakan, antara lain, sebagai penyedia konsumsi protein hewani asal ternak, berperan dalam peningktan pendapatan dan kesejateraan peternak, juga untuk peningkatan ketahanan pangan masyarakarat. Kini Pemerintah tengah gencar meningkatkan produksi sapi dan kerbau di dalam negeri. Tujuannya adalah mewujudkan swasembada sapi pada tahun 2026 mendatang, Sekaligus menghentikan ketergantungan pada import. Untuk itu Pemerintah Kampung Wonorejo dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Kampung (APBKam) tahun anggaran 2018, menganggarkan Dana Desa sebesar Rp. 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) guna  menunjang kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) dan kesehatan hewan ternak terutama ternak sapi, seasuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Noomor 48/Permentan/PK.210/10/2016, tentang Upaya Khuhus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting.

 

Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang pendanaannya di bantu dari Dana APBKam Kampung Wonorejo yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2018 ini diharapkan mampu menjadi cara unggul untuk meningkatkan produktivitas ternak indukan yang ada. Selama ini masyarakat peternak kurang berfikir untuk memastikan kebuntingan sapi, yang penting memiliki sapi untuk kemudian dijual saat membutuhkan uang. Upsus Siwab merupakan suatu kegiatan yang terintegrasi dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau secara masif dan serentak, melalui pendekatan sistem manajemen reproduksi yang terdiri atas pemeriksaan status reproduksi dan gangguan reproduksi, pelayanan inseminasi buatan, dan kawin alami. Juga pemenuhan semen beku dan nitrogen cair, pengendalian pemotongan, baik sapi ataupun kerbau betina produktif dan pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat,  Melalui program  tersebutKementan mengintervensi para peternak untuk membuat sapi indukan milik mereka bunting.

Penyuntikan semen beku atau sperma beku kepada sapi betina dilakukan saat sapi tersebut birahi. Untuk itu, diperlukan peran aktif, baik masyarakat maupun kelompok tani dalam melaporkan kepada petugas Inseminator setempat jika ada sapi yang birahi untuk selanjutnya dilakukan penyuntikan, itu semua tidak dipungut biaya, karena sudah ditanggung oleh Pemerintah Kampung Wonorejo menggunakan dana APBKam yang sumber danya dari Dana Desa. wonorejo-penawaraji.desa.id

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan